Saat transaksi melibatkan calo, harga bukan satu-satunya hal yang perlu terang. Pembahasan CALO55 berfokus pada tiga hal sebelum sepakat: apa yang dikerjakan perantara, bagaimana biayanya dihitung, dan siapa yang bertanggung jawab atas keputusan serta tindak lanjut.
Mulai dengan membatasi peran perantara
Dalam konteks properti, makelar disebut berperan menjembatani pembeli atau penanam modal dengan penjual [1]. Namun, sebutan "calo" saja belum menjelaskan pekerjaan yang disepakati dalam transaksi tertentu. Pastikan apakah perantara hanya mempertemukan para pihak, menyampaikan penawaran, atau juga membantu mengurus tahap lain.
Perjelas pula siapa yang memberi tugas kepada perantara dan siapa yang berhak menyetujui harga atau mengubah syarat transaksi. Jika jawaban atas hal-hal itu kabur, pembeli bisa mengira suatu penjelasan sudah disetujui penjual, padahal belum ada konfirmasi. Konfirmasi langsung dari pihak terkait dapat membantu menghindari salah paham.
Angka komisi perlu dibaca sesuai konteks
Rujukan tentang makelar properti mencatat bahwa Permendag Nomor 33/M-DAG/PER/8/2008 menetapkan komisi minimal 2 persen. Rujukan yang sama juga mencantumkan standar komisi perusahaan broker properti sebesar 3 persen untuk harga jual sampai 1M, 2,5 persen untuk rentang 1M sampai 3M, 2 persen di atas 3M, dan 5 persen untuk sewa atau kontrak [1]. Angka tersebut berasal dari konteks properti; jangan menganggapnya otomatis berlaku untuk setiap perantara atau transaksi.
Sebelum menyetujui biaya, tanyakan jumlah atau persentasenya, dasar penghitungannya, pihak yang membayar, dan kapan pembayaran jatuh tempo. Pastikan juga apakah biaya lain dihitung terpisah dari komisi. Jika transaksi batal, sepakati sejak awal apakah ada biaya yang tetap harus dibayar. Catatan tertulis membantu semua pihak merujuk pada kesepakatan yang sama.
Tugas tiap pihak sebaiknya disebutkan
Pembagian tanggung jawab tidak perlu rumit, tetapi perlu konkret. Dalam kesepakatan, para pihak dapat memperjelas hal-hal berikut:
Pembeli memastikan harga akhir, biaya perantara, dan pihak yang menerima pembayaran. Jika perantara diminta menerima uang, sepakati jumlah, tujuan, dan bukti penerimaannya.
Penjual memastikan informasi atau penawaran yang disampaikan perantara sesuai dengan syarat yang disetujuinya, termasuk harga dan perubahan yang mungkin muncul.
Perantara menjelaskan siapa yang memberinya tugas, apa cakupan pekerjaannya, serta bagaimana dan kapan ia menerima biaya.
Daftar ini merupakan cara praktis untuk memperjelas kesepakatan, bukan aturan yang otomatis sama untuk semua transaksi. Intinya, jangan hanya menyepakati angka akhir: pastikan juga siapa melakukan apa, siapa berhak memutuskan, dan biaya apa yang menyertainya.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Makelar properti. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=25506594&title=Makelar_properti (diakses 2026-10-02).